Padang
Senin, 13 desember 2010.
21.03 WIB
Salah jika kalian mengira Ini tentang Reno, bahkan akan sangat menggelikan seandainya kalian berpikir ini tentang Lenvi.
Bukan. Ini bukan tentang mereka. Ini tentang aku, aku yang merealisasikan kehidupanku lewat hujan.
Kehidupan yang memang tidak jauh dari kisah-kisah yang aku ceritakan. Apalagi kalau bukan tentang cinta?
Cinta manusia biasa yang bermimpi mengalahkan "Dewa".
Agak kasar jika aku menggunakan kata "Mengalahkan", aku hanya bermaksud menggantikan posisi "Dewa" di hati wanita yang aku anggap "Dewi".
Terlalu muluk jika kalian berpikir ini adalah curhatan remaja labil yang sedang membara cinta. Namun bodoh jika disanggah.
Ini memang hamparan perasaanku, namun tidak akan ku akui sebagai Diary yang kentara tak berujung. Tentang aku yang ingin memiliki sang "Dewi"
Jangan ditertawakan. tidak salah jika aku ingin mengalahkan "Dewa". Ya walau ku akui "Dewa" memang sarat akan kelebihan, wanita mana yang akan menolak sang "Dewa". Aku mungkin sudah lama putus asa jika aku berprinsip seperti itu. Percayalah, sang "Dewi" tidak pernah mencari kesempurnaan, bukan masalah apa aku sebaik "Dewa" atau tidak, karna aku punya satu hal yang bahkan tidak dimiliki sang "Dewa". Yaitu Cinta yang luar biasa.
Sadarnya, aku tahu hal itu dapat kulakukan jika sang "Dewi" juga menginginkan aku menjadi pujaannya.
Namun, seperti kebanyakan kisah cinta yang kalian rasakan, sangat sulit.
Aku bahkan tidak pernah berharap "Dewi" mencintaiku. Percaya atau tidak. aku belum meminta hal itu di setiap doa.
Karena memang keinginanku hanya satu, yaitu agar aku selalu mencintai "Dewi" dengan tulus disepanjang umurku.
Dan memang tuhan adalah Dzat yang maha mendengar, belum pernah aku merasakan pudarnya cinta dan kasih sayangku kepada wanita itu. Wanita yang sampai sekarang bahkan belum kutemui kekurangannya. Ya, nyaris sempurna. PERFECTO.
Ah tuhan. Biarkan aku mencintainya dengan tulus dan ikhlas. Aku tidak akan menuntut agar engkau membuatnya jatuh cinta kepadaku. Cukup kau jaga perasaanku ini padanya, dan itu akan sangat membahagiakanku. Karena Kau yang maha tahu bagaimana aku bersyukur bisa mencintainya.
Sungguh kau membuatku tergila. "Dewi" yang InsyaAllah akan selalu kucinta. Amin.
Senin, 13 desember 2010.
21.03 WIB
Salah jika kalian mengira Ini tentang Reno, bahkan akan sangat menggelikan seandainya kalian berpikir ini tentang Lenvi.
Bukan. Ini bukan tentang mereka. Ini tentang aku, aku yang merealisasikan kehidupanku lewat hujan.
Kehidupan yang memang tidak jauh dari kisah-kisah yang aku ceritakan. Apalagi kalau bukan tentang cinta?
Cinta manusia biasa yang bermimpi mengalahkan "Dewa".
Agak kasar jika aku menggunakan kata "Mengalahkan", aku hanya bermaksud menggantikan posisi "Dewa" di hati wanita yang aku anggap "Dewi".
Terlalu muluk jika kalian berpikir ini adalah curhatan remaja labil yang sedang membara cinta. Namun bodoh jika disanggah.
Ini memang hamparan perasaanku, namun tidak akan ku akui sebagai Diary yang kentara tak berujung. Tentang aku yang ingin memiliki sang "Dewi"
Jangan ditertawakan. tidak salah jika aku ingin mengalahkan "Dewa". Ya walau ku akui "Dewa" memang sarat akan kelebihan, wanita mana yang akan menolak sang "Dewa". Aku mungkin sudah lama putus asa jika aku berprinsip seperti itu. Percayalah, sang "Dewi" tidak pernah mencari kesempurnaan, bukan masalah apa aku sebaik "Dewa" atau tidak, karna aku punya satu hal yang bahkan tidak dimiliki sang "Dewa". Yaitu Cinta yang luar biasa.
Sadarnya, aku tahu hal itu dapat kulakukan jika sang "Dewi" juga menginginkan aku menjadi pujaannya.
Namun, seperti kebanyakan kisah cinta yang kalian rasakan, sangat sulit.
Aku bahkan tidak pernah berharap "Dewi" mencintaiku. Percaya atau tidak. aku belum meminta hal itu di setiap doa.
Karena memang keinginanku hanya satu, yaitu agar aku selalu mencintai "Dewi" dengan tulus disepanjang umurku.
Dan memang tuhan adalah Dzat yang maha mendengar, belum pernah aku merasakan pudarnya cinta dan kasih sayangku kepada wanita itu. Wanita yang sampai sekarang bahkan belum kutemui kekurangannya. Ya, nyaris sempurna. PERFECTO.
Ah tuhan. Biarkan aku mencintainya dengan tulus dan ikhlas. Aku tidak akan menuntut agar engkau membuatnya jatuh cinta kepadaku. Cukup kau jaga perasaanku ini padanya, dan itu akan sangat membahagiakanku. Karena Kau yang maha tahu bagaimana aku bersyukur bisa mencintainya.
Sungguh kau membuatku tergila. "Dewi" yang InsyaAllah akan selalu kucinta. Amin.
Posted by
Ranggi Suginda
